Serangan di Thailand: Lima Tentara Tewas di Pos Keamanan
TEMPO.CO, Jakarta – Lima tentara Thailand tewas akibat serangan di sebuah pos keamanan yang berada di provinsi Narathiwat, kawasan selatan yang dikenal rawan konflik, menurut laporan DW.
Serangan tersebut juga mengakibatkan setidaknya enam warga sipil terluka, termasuk seorang bocah berusia 10 tahun, sebagaimana disampaikan oleh pejabat setempat.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada hari Kamis mengutuk insiden ini sebagai tindakan terorisme yang berani dan menyatakan bahwa hal itu merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional Thailand.
Menurut informasi yang didapat, insiden ini terjadi pada hari Rabu ketika sekitar sepuluh orang menyerang pos keamanan dengan tembakan dan menggunakan bom pipa terhadap tentara dari pasukan tambahan Thai Rangers, sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri Thailand melaporkan bahwa para penyerang berhasil mencuri tiga senapan AK-47, tiga rompi pelindung, dan tiga ponsel dari tentara yang sedang bertugas.
Mobil yang digunakan para pelaku ditemukan terbengkalai dan dibakar sejauh 21 kilometer dari lokasi serangan.
Sejak tahun 2004, konflik berskala kecil telah berkecamuk di provinsi-provinsi paling selatan Thailand, di mana para pemberontak di wilayah mayoritas Muslim berjuang untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar di negara mayoritas Buddha ini.
Lebih dari 7.000 orang telah kehilangan nyawa dalam konflik tersebut. Juru bicara pemerintah, Ratchada Thanadirek, menyatakan bahwa beberapa bulan terakhir ini telah terjadi serangkaian insiden kekerasan yang dilakukan oleh jaringan teroris yang berupaya menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat serta menargetkan pejabat negara.
Insiden ini menjadi pengingat akan tingginya risiko keamanan di kawasan tersebut, dan menyoroti kebutuhan akan tindakan yang lebih efektif untuk menangani masalah terorisme dan kekerasan di Thailand selatan.