Iran Kirim Proposal Baru ke AS Melalui Pakistan
Jakarta, CNBC Indonesia – Iran baru-baru ini mengajukan proposal baru untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) melalui mediator dari Pakistan. Pengumuman ini disampaikan oleh media pemerintah Iran pada hari Jumat, 1 Mei 2026.
Menurut laporan dari kantor berita IRNA, proposal tersebut diserahkan kepada Pakistan sebagai mediator pada Kamis malam. Namun, rincian lebih lanjut mengenai isi dari proposal negosiasi ini belum dipublikasikan, sehingga masih misterius apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya.
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat setelah terjadinya hampir 40 hari perang yang dipicu oleh agresi bersama AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Pembicaraan yang pernah dilakukan di tengah gencatan senjata yang rapuh ini sempat terhenti akibat tindakan AS yang memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran. Iran sendiri mengambil langkah untuk menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak, dengan hanya mengizinkan sedikit kapal untuk melintas sejak awal konflik.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan serangkaian panggilan telepon dengan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada inisiatif terbaru Iran untuk menghentikan perang yang telah berlangsung dengan sengit.
Pembaca Indonesia, perlu dicatat bahwa ketegangan yang terjadi di Timur Tengah ini tidak hanya berdampak pada negara-negara di kawasan tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga energi global yang dapat dirasakan oleh masyarakat di Indonesia. Perkembangan ini akan terus diperhatikan, mengingat posisi Iran sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia.
