Penemuan Patahan Aktif di Jawa Barat, Ancaman Infrastruktur
Jakarta, CNBC Indonesia – Pusat Survei Geologi (PSG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penemuan zona patahan aktif yang melintasi wilayah Jawa Barat. Patahan ini dinilai sangat penting karena jalurnya melewati infrastruktur strategis, termasuk jalan tol.
Temuan ini berasal dari kegiatan pemetaan yang dilakukan di Kabupaten Majalengka, Sumedang, dan Subang. Tujuan dari survei ini adalah untuk memetakan dan memonitor potensi risiko bencana yang berkaitan dengan aktivitas tektonik di daerah tersebut.
Kepala PSG Edy Slameto melakukan kunjungan langsung ke lapangan pada Oktober 2025 untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi geologi secara langsung serta memastikan pelaksanaan survei berjalan lancar. “Kegiatan ini sangat krusial untuk menjamin keakuratan data pemetaan di lapangan,” jelas Edy.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah ruas Jalan Tol Cisumdawu Kilometer 177 di Dusun Bojongtotor, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, yang mengalami pergerakan tanah akibat faktor cuaca pada akhir Mei 2025. Edy mengungkapkan bahwa struktur tanah di sekitar jalan tol memiliki kompleksitas tinggi yang membutuhkan pengawasan ekstra.
“Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa pergerakan tanah di wilayah ini berpotensi dipengaruhi oleh kondisi litologi dan struktur geologi yang kompleks, sehingga memerlukan pemantauan lanjutan untuk mitigasi risiko di sekitar infrastruktur strategis seperti jalan tol,” tambahnya.
Kunjungan dilanjutkan di lokasi kedua di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, di mana tim menemukan singkapan batuan yang menunjukkan keberadaan zona patahan aktif Cileunyi – Tanjung Sari. Tim melakukan dokumentasi dan pengukuran orientasi bidang patahan untuk mengetahui arah dan karakteristik deformasi batuan.
Di lokasi ketiga, Desa Cibuluh, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, tim menemukan singkapan batuan dengan lapisan yang telah terpatahkan, menandakan adanya aktivitas tektonik yang masih berlangsung. Edy menegaskan bahwa zona sesar di wilayah ini masih sangat aktif, terlihat dari kemampuannya memotong lapisan tanah yang paling muda.
“Bagian sesar yang memotong hingga lapisan termuda di permukaan menunjukkan bahwa zona sesar di wilayah ini masih aktif dan berpotensi menimbulkan deformasi di masa mendatang,” pungkasnya. Penemuan ini menambah perhatian terhadap keselamatan infrastruktur di Jawa Barat, mengingat pentingnya pemantauan dan mitigasi risiko bencana bagi masyarakat.