Penemuan fosil 890 juta tahun yang mengubah pemahaman tentang kehidupan awal
Fosil 890 Juta Tahun Temukan Bukti Awal Kehidupan - Ilmuwan Heboh

Fosil 890 Juta Tahun Temukan Bukti Awal Kehidupan – Ilmuwan Heboh

Jakarta, CNBC Indonesia — Penemuan mengejutkan datang dari sebuah penelitian yang mengungkapkan adanya berusia 890 juta tahun, menjadikannya sebagai kandidat hewan tertua yang pernah ditemukan di Bumi. Temuan ini jelas menggeser posisi kandidat sebelumnya yang hanya berusia 300 juta tahun. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dan dirangkum oleh National Geographic pada tahun 2021.

Fosil tersebut ditemukan pada terumbu karang purba yang dikenal sebagai Little Dal di wilayah barat laut Kanada. Struktur fosil ini menunjukkan kemiripan yang mencolok dengan jaringan spons yang lebih muda yang dapat ditemukan di lautan saat ini. Menariknya, fosil ini tersimpan di dalam celah terumbu karang dan berasal dari , bukan dari karang seperti yang umum terjadi saat ini.

Mikroba ini tumbuh membentuk lapisan berlemak yang menghasilkan gundukan berlapis, yang terjadi akibat pasir yang menempel pada permukaan lengket dan mineral terlarut dalam air yang mengkristal menjadi serpihan padat. Elizabeth Turner, penulis utama studi ini, telah meneliti terumbu Little Dal sejak masa studinya di Queen’s University Ontario. Ia sangat tertarik dengan kemampuan sianobakteri untuk membangun terumbu karang.

Namun, penemuan ini tidak berhenti di situ. Turner menemukan serangkaian sampel aneh dalam struktur tersebut, dan baru beberapa tahun kemudian, petunjuk mengenai sampel tersebut mulai terungkap. Penelitian lebih lanjut menunjukkan adanya jaringan berliku yang serupa pada batuan yang jauh lebih muda dari terumbu Little Dal, yang diduga merupakan sisa fosil dari kelompok yang dikenal sebagai spons keratosan.

Spons keratosan berbeda dari spons purba yang biasa kita kenal. Ia memiliki struktur yang lebih kaku yang terbuat dari jaringan protein spongin. Turner juga melakukan analisis lebih mendalam terhadap sayatan batuan dan mencatat kemiripan dengan karang yang ditemukan. Penemuan ini menunjukkan bahwa organisme tersebut kemungkinan ada pada awal sejarah Bumi, ketika kadar oksigen masih sangat rendah, berlawanan dengan anggapan umum bahwa kehidupan hewan membutuhkan oksigen yang lebih tinggi.

Turner menekankan pentingnya mengungkap hasil penelitian ini kepada publik, meskipun bisa memicu kontroversi. Dia percaya bahwa temuan tentang fosil kehidupan di masa lalu perlu didiskusikan agar dapat dipahami lebih baik. “Sudah saatnya informasi ini dipublikasikan dan disebarkan agar masyarakat dapat mendiskusikannya dan mengajukan tanggapan,” ungkapnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *