Trump ancam penarikan pasukan AS dari Eropa
Trump Ancaman Penarikan Pasukan AS dari Eropa, Apa Dampaknya?

Trump Ancaman Penarikan Pasukan AS dari Eropa, Apa Dampaknya?

Presiden Amerika Serikat mengeluarkan ancaman untuk menarik pasukan dari Italia dan Spanyol. Ancaman ini muncul hanya sehari setelah Trump mengungkapkan rencananya untuk mengurangi jumlah pasukan di Jerman. Dikutip dari The Guardian, ancaman ini direspons setelah Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyatakan bahwa AS telah “dipermalukan” oleh Iran dan di tengah kritik keras Trump terhadap sekutu yang dinilai tidak berkontribusi dalam membuka kembali Selat Hormuz.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penarikan pasukan dari Italia dan Spanyol, Trump menjawab, “Mungkin saja… kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk.” Pernyataan ini menambah ketegangan antara AS dan sekutu , terutama terkait dengan peran mereka dalam keamanan regional.

Menanggapi ancaman tersebut, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menegaskan bahwa pemerintahnya tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan sekutu, tetapi selalu dalam kerangka hukum internasional. Hal ini menunjukkan bahwa Spanyol berusaha menjaga hubungan baik meskipun menghadapi kritik dari AS.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, menyatakan bahwa ia “tidak memahami” alasan di balik ancaman tersebut dan membantah tuduhan bahwa Italia tidak memberikan dukungan kepada AS, terutama dalam hal keamanan maritim. Hal ini mencerminkan ketidakpuasan yang berkembang di kalangan sekutu Eropa terhadap sikap Trump yang dianggap sering mengabaikan kontribusi mereka.

Menurut laporan The Guardian, saat ini terdapat sekitar 13.000 personel militer AS yang ditempatkan di tujuh pangkalan angkatan laut di Italia. Di Spanyol, sekitar 3.800 personel berada di dua fasilitas bersama, yaitu pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Morón. Penempatan ini menjadikan kehadiran militer AS di Eropa sebagai basis logistik penting untuk operasi di berbagai wilayah konflik, termasuk Irak, Afghanistan, dan Iran.

Spanyol sebelumnya menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer bersama untuk serangan terhadap Iran, dan Italia juga menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia untuk mendukung operasi AS. Ini menunjukkan adanya ketegangan yang semakin meningkat dalam hubungan militer antara AS dan sekutu Eropanya.

Data dari US Defense Manpower Data Center menunjukkan bahwa pada akhir tahun lalu, sekitar 68.000 personel militer aktif AS berada di Eropa, dengan lebih dari setengahnya, yaitu sekitar 36.400, ditempatkan di Jerman. Belum ada kejelasan mengenai seberapa besar dukungan terhadap rencana penarikan pasukan ini. Kehadiran militer AS di Eropa selama ini berfungsi sebagai jaminan keamanan dan logistik yang vital bagi operasi internasional.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *